Kamis, 22 September 2011
MAKALAH
LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN ROUNDTABLE
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA
SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 HULU KUANTAN
PADA STANDAR KOMPETENSI SISTEM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Peserta Pemilihan Guru Berprestasi
OLEH :
S Y A P R I A D I , S . Pd
NIP 19720629 199802 1 001
SMP N 2 HULU KUANTAN
KECAMATAN HULU KUANTAN
KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
PROPINSI RIAU
T.P. 2009/2010
LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN ROUNDTABLE
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA
SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 HULU KUANTAN
PADA STANDAR KOMPETENSI SISTEM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Peserta Pemilihan Guru Berprestasi
OLEH :
S Y A P R I A D I , S . Pd
NIP 19720629 199802 1 001
MENGETAHUI:
| KEPALA UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN HULU KUANTAN
Drs. PAHMI SURYADI NIP19631231 199103 1 066 | KEPALA SMP N 2 HULU KUANTAN KECAMATAN HULU KUANTAN
HAZAIRIN SYAF, S.Pd NIP 19551110 198403 1 007 |
KATA PENGANTAR
Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk dan kemampuan pada penulis hingga dapat menyelesaikan penelitian ini yang berjudul “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Roundtable Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Hulu Kuantan Pada Standar Kompetensi Sistem Kehidupan Manusia”.
Penelitian ini dilakukan dengan kemauan sendiri sesuai gejala yang ada pada diri siswa berdasarkan pengamatan penulis.
Dalam Penulisan Penelitian ini, masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan untuk itu diperlukan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam menyelesaikan penulisan hasil penelitian ini penulis mengucapkan terimakasih, semoga Allah SWT memberikan perlindungan dan balasan yang setimpal kepada kita semua. Amin-amin ya Rabbal’alamin.
Mudik Ulo, 14 Desember 2009
Penulis
Syapriadi
NIP.19720629 199802 1 001
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PENGESAHAN ……………………………………………………. i
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………. iii
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………. v
DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………………… vi
ABSTRAK …………………………………………………………………………. ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ……………………………………… 1
B. Rumusan Masalah ………………………………………….. 2
C. Tujuan Penelitian ……………………………………………. 2
D. Manfaat Penelitian ……………………………………………… 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Hasil Belajar …………………………………………………. 4
B. Pembelajaran Kooperatif …………………………………………….. 7
C. Hubungan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan Round Table dengan Hasil Belajar IPA …………………………….. 13
D. Hipotesis Tindakan ………………………………………….. 14
BAB III METODE PENELITIAN
A Bentuk Penelitian…………………… …………………………… 15
B Subjek Penelitian ……………………………………………. 15
C Desain Penelitian …………………………………………….. 15
D Instrumen Penelitian ………………………………………… 19
E Teknik Pengumpulan Data …………………………………. 19
F Teknik Analisis Data …………………………………….. 20
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Belajar Siswa ……………………………………………. 21
1. Keaktifan siswa (sikaf belajar) siswa dalam diskusi Jigsaw …………………………………………………..… 21
2. Kognitif Siswa ………………………………………… 22
3. Karya Siswa Sebagai Hasil Round Table ……………. 22
B. Pembahasan …………………………..……………………. 22
1. Keaktifan siswa (sikaf belajar) siswa dalam diskusi Jigsaw …………………………………………………..… 22
2. Kognitif Siswa …………………………………………… 24
3. Karya Siswa Sebagai Hasil Round Table …………… 24
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan …………………………………………………….. 25
B. Saran ……………………………………………………………. 25
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………. 26
LAMPIRAN …………………………………………………………………….. 27
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1 Persentase Sikaf Belajar Siswa ……………………………………. 21
Tabel 2 Persentase Rentang Nilai Sikaf Belajar Siswa …………………… 21
Tabel 3 Persentase Rentang Nilai Kognitif Siswa ………………………… 22
Tabel 4 Persentase Nilai Karya Siswa Hasil Roundtable ……………….. 22
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Skenario Pembelajaran Jigsaw Sistem Pencernaan ………… 27
Lampiran 2 Skenario Pembelajaran Roundtable Proses Pencernaan …. 31
Lampiran 3 Skenario Pembelajaran Jigsaw Sistem Pernapasan ………… 34
Lampiran 4 Skenario Pembelajaran Roundtable Proses Pernapasan …. 38
Lampiran 5 Skenario Pembelajaran Jigsaw Sistem Peredaran Darah …. 41
Lampiran 6 Skenario Pembelajaran Roundtable Proses Peredaran Darah ………………………………………………………….. 45
Lampiran 7 Pemetaan Sistem Pencernaan Untuk Seluruh Siswa ……. 48
Lampiran 8 Bahan Bacaan Untuk Anggota I Pada Setiap Kelompok Dalam Diskusi Model Jigsaw Zat Makanan Pada Pokok Bahasan Sistem Pencernaan ………………………………. 49
Lampiran 9 Gambar organ Pencernaan untuk seluruh Siswa …………. 52
Lampiran 10 Bahan Bacaan Anggota II Pada Setiap Kelompok Dalam Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Organ Pencernaan dan Kelenjar Pencernaan ………………………………….………. 53
Lampiran 11 Bahan Bacaan Untuk Anggota III Pada Setiap Kelompok Dalam Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Organ Pencernaan dan Kelenjar Pencernaan …………………..………………… 55
Lampiran 12 Bahan Bacaan Untuk Anggota IV Pada Setiap Kelompok Dalam Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Organ Pencernaan dan Kelenjar Pencernaan …………………………………… 56
Lampiran 13 Bahan Bacaan Untuk Anggota V Pada Setiap Kelompok Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Organ Pencernaan dan Kelenjar Pencernaan ………………………………………….. 57
Lampiran 14 Bahan Bacaan Untuk Diskusi Roundtable Proses Pencernaan ……………………………………………………. 58
Lampiran 15 Pemetaan Sistem Pernapasan Untuk Seluruh Siswa ……….. 59
Lampiran 16 Bahan Bacaan Untuk Anggota I Pada Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Sistem Pernapasan ……………………… 60
Lampiran 17 Bahan Bacaan untuk anggota II Pada Diskusi Model Kooperatfi Jigsaw Sistem Pernapasan ………………………… 61
Lampiran 18 Bahan Bacaan Untuk Anggota III Pada Diskusi Model Koopertaif Jigsaw Sistem Pernapasan ………………..….. 62
Lampiran 19 Bahan Bacaan Untuk Anggota IV Pada Diskusi Model Kooperatif Model Jigsaw Sistem Pernapasan ………………… 63
Lampiran 20 Bahan Bacaan Untuk Anggota V Pada Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Sistem Pernapasan …………………… 64
Lampiran 21 Bahan Bacaan Untuk Diskusi Roundtable Proses Pernapasan ……………………………………………………. 66
Lampiran 22 Pemetaan Sistem Peredaran Darah Untuk Seluruh Siswa ….. 68
Lampiran 23 Bahan Bacaan Untuk Anggota I Pada Setiap Kelompok Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Sistem Peredaran Darah … 69
Lampiran 24 Bahan Bacaan Untuk Anggota II Pada Setiap Kelompok Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Sistem Peredaran Darah …… 70
Lampiran 25 Bahan Bacaan Untuk Anggota III Pada Setiap Kelompok Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Sistem Peredaran Darah ….. 71
Lampiran 26 Bahan Bacaan Untuk Anggota IV Pada Setiap Kelompok Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Sistem Peredaran darah … 74
Lampiran 27 Bahan Bacaan Untuk Anggota V Pada Setiap Kelompok Diskusi Model Kooperatif Jigsaw Sistem Peredaran Darah … 76
Lampiran 28 Bahan bacaan Materi Diskusi Roundtable Proses Peredaran Darah untuk seluruh siswa …………………………………… 78
Lampiran 29 Sikaf Belajar Siswa Pada Diskusi Jigsaw Sistem Pencernaan ……………………………………………………… 80
Lampiran 30 Nilai Kognitif Siswa Sistem Pencernaan ……………………… 81
Lampiran 31 Nilai Karya Siswa Melalui Model Roundtable Sistem Pencernaan ………………………………………………….. 82
Lampiran 32 Sikaf Belajar Siswa Pada Diskusi Jigsaw Sistem Pernapasan …………………………………………………… 83
Lampiran 33 Nilai Kognitif Siswa Sistem Pernapasan ……………………… 84
Lampiran 34 Nilai Karya Siswa Melalui Model Roundtable Sistem Pernapasan ………………………………………………………. 85
Lampiran 35 Sikaf Belajar Siswa Pada Diskusi Jigsaw Sistem Peredaran darah ………………………………………………………… 86
Lampiran 36 Nilai Kognitif Siswa Sistem Peredaran Darah ………………. 87
Lampiran 37 Nilai karya Siswa Melalui Model Round Table Sistem Peredaran Darah ……………………………………………… 88
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hasil belajar yang baik sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Salah satu faktor yang sangat menentukan hasil belajar adalah keaktifan siswa dalam suatu proses pembelajaran. Keaktifan belajar siswa dipengaruhi oleh faktor dalam diri siswa itu sendiri dan juga dipengaruhi oleh faktor dari luar diri siswa. Salah satu faktor luar yang mempengaruhi keaktifan siswa adalah motivasi yang diberikan oleh guru dalam suatu pembelajaran. Motivasi ini ada yang bersifat langsung disampaikan oleh guru dan ada yang bersifat tidak langsung. Motivasi yang bersifat tidak langsung adalah motivasi yang terdapat dalam suatu proses pembelajaran, seperti strategi pembelajaran atau model pembelajaran yang telah dirancang oleh guru.. Motivasi siswa ini akan mempengaruhi aktivitas belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kenyataanya dilapangan, yaitu di SMP N 2 Hulu Kuantan siswa kurang termotivasi dalam belajar mata pelajaran IPA sehingga siswa kurang aktif dalam belajar. Hal ini sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil belajar IPA siswa SMP Negeri 2 Hulu Kuantan rendah. Secara individu hasil belajarnya rata-rata tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan, sebesar 65, dan secara klasikal 70 % siswa tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan ini terbukti setelah diberikan test pada akhir pembelajaran suatu pokok bahasan 70 % siswa harus diremedial.
Berdasarkan permasalahan dan gejala di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW, DAN ROUNDTABLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 HULU KUANTAN PADA STANDAR KOMPETENSI SISTEM DALAM KEHIDUPAN MANUSIA”
1.1 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dan Roundtable dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada Pokok Bahasan Standar Kompetensi Sistem Dalam Kehidupan Manusia siswa kelas VIII SMP N 2 Hulu Kuantan.
B. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 2 Hulu Kuantan
C. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
1. Bagi penulis, dapat menambah wawasan tentang pembelajaran model kooperatif tipe Jigsaw, dan Roundtable.
2. Bagi guru, merupakan suatu masukan tentang salah satu strategi pembelajaran yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Bagi sekolah, sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
4. Bagi siswa, merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan interaksi belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Hasil Belajar
Sudjana (1989:3) mendefinisikan pada hakekatnya hasil belajar adalah perubahan tingkah laku untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan dalam proses pembelajaran memerlukan kecakapan dan keterampilan yang harus dikembangkan serta dapat saling berinteraksi. Sedangkan menurut Bahri (1991:24) mendefinisikan prestasi belajar adalah hasil penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa setelah melakukan aktivitas belajar.
Hasil belajar adalah tingkat kemampuan pelajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan (Soedijarto, 1993:49). Mulyono Abdurrahman (2003;37) mendefenisikan hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah malalui kegiatan belajar
Menurut Benjamin S. Bloom hasil belajar terdiri dari 3 ranah(domain), yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik(Abdurrahman Mulyono, 1999;38). Sedangkan menurut A.J. Romiszowki hasil belajar merupakan keluaran (outputs) dari suatu system pemrosesan masukan(inputs).Masukan dari sistem tersebut berupa bermacam-macam informasi sedangkan keluarannya adalah perbuatan atau atau kerja (performance). Perbuatan menunjukan bahwa proses pembelajaran telah terjadi dan hasil belajar dapat dikelompokan ke dalam dua macam saja, yaitu pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan terdiri dari empat kategori, yaitu :
1. pengetahuan tentang fakta,
2. pengetahuan tentang prosedur,
3. pengetahuan tentang konsep,
4. pengetahuan tentang prinsip.
Keterampilan terdiri juga dari empat kategori, yaitu :
1. keterampilan untuk berpikir atau keterampilan kognitif,
2. keterampilan untuk bertindak atau keterampilan motorik,
3. keterampilan bereaksi atau bersikap,
4. keterampilan berinteraksi
John M. Keller memandang hasil belajar sebagai keluaran dari suatu sistem pemrosesan berbagai masukan yang berupa informasi. Berbagai masukan tersebut menurut Keller dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu kelompok masukan pribadi(personal inputs) dan dan kelompok masukan yang berasal dari lingkungan(environmental inputs). Masukan pribadi terdiri dari empat macam, yaitu :
1. motivasi atau nilai-nilai,
2. harapan untuk berhasil(expectancy),
3. inteligensi dan penguasaan awal,
4. evaluasi kognitif terhadap kewajaran atau keadilan konsekuensi.
Sedangkan masukan yang berasal dari lingkungan terdiri dari tiga macam, yaitu 1. rancangan dan pengelolaan motivasional,
2. rancangan dan pengelolaan kegiatan belajar,
3. rancangan dan pengelolaan ulangan penguatan (reinforcemen)
Hasil Belajar Dan Berbagai Faktor Yang Berpengaruh Menurut John M. Keller
![]() |
|

Sumber : Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, oleh DR. Mulyono Abdurrahman
B. Pembelajaran Kooperatif
Model Pembelajaran Kooperatif adalah model pembelajaran yang bertujuan memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat secara aktif dan bekerjasama dalam proses pembelajaran. Carin (1993) mengemukakan bahwa ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah :
1. Setiap anggota memiliki peran
2. Terjadi bimbingan interaksi langsung di antara para siswa
3. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya sendiri dan teman-teman kelompok.
4. Peran guru membantu para siswa untuk mengembangkan keterampilan interpersonal
5. Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan
Sedangkan menurut Johnson dan Johnson ;1994 (dalam Slavin) komponen dasar pembelajaran kooperatif adalah :
1) Saling ketergantungan
Saling ketergantungan mempunyai efek psositif terhadap siswa, bahwa setiap siswa akan bekerja sekuat kemampuannya, karena saling ketergantungan menandakan bahwa usaha setiap anggota mempengaruhi keberhasilan kelompok dan setiap anggota kelompok bertanggung jawab memberikan konstribusi bagi usah dan keberhasilan kelompoknya.
2) Pemberian tanggung jawab individu
Pemberian tanggung jawab per individu dalam kelompok menghindarkan siswa dari sikaf malas selama menyelesaikan tugas-tugas kelompok sehingga tercipta kehidupan sosial yang solid dalam kelompoknya.
3) Interaksi secara langsung
Interaksi secara langsung akan menimbulkan konflik-konflik intelektual sehingga melibatkan informasi persepsi, teori atau kesimpulan yang berbeda. Keadaan seperti ini akan membutuhkan penyelesaian konflik yang konstruktif yang akan melibatkan anggota ke dalam suatu diskusi untuk mencari informasi rekonseptualisasi pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kualitas dalam membuat keputusan, maka pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar.
4) Keterampilan interpersonal
Keterampilan interpersonal ialah keterampilan untuk memahami orang lain. Pada pembelajaran kooperatif siswa saling mengenal diri temannya dalam satu kelompok bahkan mengenal diri temannya pada kelompok lain. Situasi seperti ini akan melahirkan kerjasama yang harmonis dalam kelompok sehingga dapat mencapai tujuan kelompok.
Model pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe, seperti Jigsaw, Roundtable dan lain-lain.
1. Model Pembelajaran Koopertif Jigsaw
Dalam penerapan Jigsaw, siswa dibagi menjadi berkelompok dengan 5 atau 6 anggota kelompok heterogen. Materi pembelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk bahan bacaan. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari bagian tertentu bahan yang diberikan itu. Sebagai contoh, jika materi yang diajarkan itu adalah hirarki kehidupan dalam ekosistem, seorang siswa mempelajari tentang populasi, siswa lain mempelajari tentang komunitas, siswa yang lain lagi belajar tentang ekosistem dan yang terakhir belajar tentang biosfir. Setiap anggota kelompok berkumpul dengan masing-masing anggota kelompok lain yang mendapat tugas yang sama untuk mendiskusikan tugas yang telah diberikan kepada mereka. Kelompok ini disebut kelompok ahli.
Selanjutnya anggota tim ahli ini kembali lagi ke kelompok asal dan mengajarkan apa yang telah dipelajarinya di kelompok asal.
Poster Kooperatif Jigsaw
Kelompok Asal
Kelompok Ahli
Langkah-langkah Jigsaw, adalah sebagai berikut :
a. Siswa dibagi dalam kelompok–kelompok. Tiap kelompok beranggotakan 4 s/d 5 orang. Sebaiknya kelompok terdiri atas siswa dengan beragam latar belakang, misalnya dari segi prestasi, jenis kelamin, suku, agama, status sosial dll. Kelompok ini disebut kelompok asal.
b. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda. Misalnya, untuk topik sistem pencernaan, ada sub topik tentang mulut; lambung; usus halus; usus besar, poros, dan dubur dibagitugaskan pada tiap anggota dalam kelompok.
c. Setiap siswa yang mendapat subtopik mulut berkumpul bersama membentuk tim ahli mulut. Siswa lain yang mendapat subtopik lambung juga berkumpul bersama membentuk tim ahli lambung. Begitu seterusnya. Tim ahli membahas subtopik masing-masing dan menjadi ahli dalam topik itu.
d. Setelah selesai berdiskusi dalam tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal masing-masing. Kemudian secara bergantian, tiap siswa yang telah menjadi ahli mengajar teman satu tim mereka tentang subtopik yang mereka kuasai.
e. Kelompok asal mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, atau membuat rangkuman tentang, misalnya sistem pencernaan pada manusia. Guru bisa juga memberikan tes pada kelompok. Tapi pada saat mengerjakan tes siswa tidak boleh bekerja sama.
2. Model Pembelajaran Kooperatif Roundtable
George(1995:130) mengemukakan Penerapan Kooperatif teknik Roundtable, kelompok menuliskan pengalaman mereka sehingga membuat membuat mereka belajar bekerjasama dengan keras. Untuk melakukan in dibutuhka selembar kertas untuk masing-masing tema dari masing-masing anggota kelompok. Tema dituliskan di atas masing-masing kertas. Kertas itu kemudian diteruskan(ke kiri atau ke kanan) hingga setiap anggota kelompok mendapatkan kesempatan menulis masing-masing kertas paling sedikit dua kali.
Poster kooperatif Roundtable

Menurut Kagan(1992, dalam George,1995:130) Roundtable ada 2 macam, yaitu :
1. Masing-masing kelompok hanya mempunyai selembar kertas untuk ditulis, lalu kertas itu dipergilirkan(ke kanan atau kiri) untuk ditulis dan anggota lain menunggu kesempatan untuk menulis.
2. Masing-masing anggota kelompok mendapatkan selembar kertas untuk ditulis, kemudian kertas itu diteruskan ke kanan atau ke kiri masing-masing anggota kelompok.
Langkah-langkah Roundtable, adalah sebagai berikut :
a. Setiap anggota kelompok memilih sebuah topik yang menarik untuk membuat cerita secara berkelompok, misalnya gempa bumi atau banjir di suatu daerah, bermain di sungai, pengalaman pertama berkemah, semua menteri pemerintah dikejutkan oleh penyakit serius yang misterius, dan lain-lain.
b. Setiap anggota kelompok menulis judul cerita yang mereka pilih serta tiga kalimat pertama untuk mengawali cerita.
c. Anggota kelompok memutar cerita mereka ke arah kiri mereka. Setiap anggota yang menerimanya harus melanjutkan cerita. Setiap anggota memiliki waktu dua menit untuk membaca dan menulis. Kertas diputar hingga beberapa kali putaran dan pada akhirnya setiap anggota mendapatkan kembali kertasnya.
d. Jika sudah selesai, kelompok berbagi cerita dan memilih salah satu cerita untuk dibacakan di kelompok. Kemudian, anggota-anggota kelompok menyunting cerita tersebut untuk meningkatkan kualitas cerita.
e. Alternatif lain: tiap anggota kemudian mengembangkan kalimat-kalimat yang sudah ada menjadi cerita yang runtut.
C. Hubungan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw, dan Roundtable dengan Hasil Belajar IPA
Dimyati (2006:94) mengemukakan bahwa guru adalah pendidik yang berperanan dalam rekayasa paedagogis. Ia menyusun desain pembelajaran, dan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.. Sedangkan menurut Sardiman (2001:82) motivasi belajar dapat diartikan dorongan untuk mencapai tujuan yang terdapat dalam kegiatan belajar Dari kutipan di atas maka diperoleh petunjuk bahwa pergantian model pembelajaran, memberikan suasana baru dan meningkatnya interaksi sehingga kejenuhan dan kebosanan siswa dalam belajar akan berkurang dan seiring dengan itu dapat menumbuhkan motivasi belajar. Kalau siswa sudah termotivasi dalam belajar tentu akan menghasilkan hasil belajar yang baik.
Salah satu faktor yang memengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar. Salah satu cara agar motivasi belajar siswa tetap terjaga adalah dengan cara melaksnakan pembelajaran dengan model yang berganti-ganti atau bervariasi.. Dalam proses pembelajaran satu pokok bahasan dapat dilakukan dengan lebih dari satu model pembelajaran.
D. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah jika diterapkan pembelajaran kooperatif dengan tipe Jigsaw, dan Roundtable secara bergantian dapat meningkatkan hasil belajar IPA pokok bahasan Sistem Pencernaan, Sistem Peredaran Darah dan Pernapasan siswa kelas VIII SMP N 2 Hulu Kuantan .
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Bentuk Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Class Room Research, yaitu suatu penelitian reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan oleh guru SMP N 2 Hulu Kuantan.
B. Subjek Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP N 2 Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi pada Mata pelajaran IPA semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah siswa 26 orang.yang terdiri dari 14 laki-laki dan 12 perempuan. Karakteristik siswa kelas VIII SMP N 2 Hulu Kuantan adalah hasil belajarnya rendah
C. Desain Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan 3 siklus, siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 13 – 20 Oktober 2009 , siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 21 – 28 Oktober 2009 dan siklus ketiga dilaksanakan pada tanggal 3 – 12 November 2009. Setiap siklus dilaksnakan dengan 3 tahap untuk masing-masing model pembelajaran(Jigsaw dan Roundtable, sebagai berikut :
I. Tahap Jigsaw
1. Perencanaan,
Dalam perencanaan ini, persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut :
a) Menyusun Rencana Pembelajaran,
b) Menyiapkan materi pembelajaran dalam bentuk bahan bacaan yang berbeda untuk masing-masing anggota kelompok dalam satu kelompok.
c) Menyiapkan media, alat dan bahan serta sumber pembelajaran
d) Menyiapkan format pengamatan atau lembaran observasi(LO) untuk mengukur sikaf belajar siswa.
e) Menyusun alat evaluasi untuk mengukur hasil belajar berupa kognitif
2. Pelaksanaan tindakan,
Dalam pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Membagi siswa menjadi 5 kelompok, 4 kelompok beranggotakan 5 orang dan 1 kelompok 6 orang.karena siswa berjumlah 26 orang. Pada kelompok yang beranggotakan 6 orang, ada satu materi dibahas oleh 2 orang siswa.
b) Guru membuka pembelajaran
c) Masing anggota kelompok diberi bahan bacaan yang berbeda.
d) Siswa membaca dan memahami bahan bacaan terlebih dahulu.
e) Siswa yang mendapat bahan bacaan yang sama berkumpul ditempat yang sama untuk berdiskusi.
f) Siswa kembali ke kelompok asal untuk menularkan hasil diskusi masing-masing.
g) Siswa mempresentasikan hasil diskusi
3. Pengamatan
Untuk melakukan pengamatan diskusi siswa dipergunakan lembaran pengamatan(LO).
4. Refleksi.
Dilihat berdasarkan hasil belajar baik hasil berupa sikaf maupun kognitif.
II. Tahap Roundtable
1. Perencanaan,
Dalam perencanaan ini, persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut :
a) Menyusun Rencana Pembelajaran,
b) Menyiapkan materi dalam bentuk bahan bacaan yang sama untuk masing-masing anggota kelompok dalam satu kelompok.
c) Menyiapkan media, alat dan bahan serta sumber pembelajaran
d) Menyusun alat evaluasi untuk mengukur hasil belajar berupa karya siswa
2. Pelaksanaan tindakan,
Dalam pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Membagi siswa menjadi 5 kelompok, 4 kelompok beranggotakan 5 orang dan 1 kelompok 6 orang.karena siswa berjumlah 26 orang.
b) Guru membuka pembelajaran
c) Masing anggota kelompok diberi bahan bacaan yang sama.
d) Siswa membaca dan memahami dan mendiskusikannya bahan bacaan terlebih dahulu.
e) Guru mengambil bahan bacaannya kembali.
f) Guru memberikan kertas kosong pada masing-masing siswa.
g) Guru meminta menuliskan nama masing-masing pada kertas yang telah diberikan.
h) Guru meminta masing-masing siswa menuliskan proses pencernaan atau pernapasan atau peredaran darah, sesuai dengan pembelajaran pada waktu itu, selama 1 menit. Setelah 1 menit masing siswa memberikan kertas pada teman sebelah kirinya. Setiap sebelum menuliskan ide, siswa diminta menuliskan namanya terlebih dahulu. Begitu seterusnya sampai 5 putaran. 1 putaran adalah setelah kertas milik masing-masing siswa sampai kembali pada masing-masing siswa.
i) Siswa mempresentasikan hasil penulisan ide yang ada pada kertas dan perbaikannya dituliskan pada 1 atau 2 atau kertas saja dan dipajangkan.
j) Guru meminta siswa mengumpulkan karya masing-masing siswa hasil rountabel untuk dinilai
3. Penilaian karya siswa dengan format yang telah disediahkan
4. Refleksi.
Dilihat berdasarkan karya siswa.
D. Instrumen Penelitian
Perangkat pembelajaran pada penelitian ini adalah skenario pembelajaran dan soal tes untuk melihat hasil belajar dan karya siswa.
E. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data untuk hasil belajar IPA siswa melalui pembejaran kooperatif tipe Jigsaw dan Roundtable adalah dengan lembaran observasi proses diskusi(LO), tes hasil belajar IPA dan siswa, lembaran observasi hasil karya siswa yang terdiri dari :
a) Teknik test
1. Data hasil belajar IPA siswa sebelum tindakan dilaksanakan. Data ini diperoleh dari analisis hasil belajar siswa kelas VIII SMP N 2 Hulu Kuantan.
2. Data hasil belajar IPA siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dilaksanakan.dilaksanakan
b) Teknik Observasi
Teknik ini adalah teknik pengamatan kegiatan diskusi yang berfungsi untuk melihat keaktifan siswa dalam kegiatan diskusi model kooperatif Jigsaw dan untuk menilai hasil karya siswa setelah pembelajaran dengan model kooperatif roundtable.
c) Dokumentasi
Melakukan rekapitulasi hasil dari setiap rangkaian kegiatan yang dilakukan setelah proses kegiatan pembelajaran berupa evaluasi..
F. Teknik Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan membandingkan persentase kenaikan nilai sikaf siswa, nilai kognitif siswa dan nilai karya siswa persiklus.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Belajar Siswa
1. Keaktifan Siswa(Sikaf belajar siswa) dalam diskusi Jigsaw
Tabel 1. Persentase Sikaf Belajar Siswa
| NO | Sikaf Belajar Siswa | Siklus I | Siklus II | Silkus III |
| 1. | Keaktifan membaca bahan bacaan yang diberikan | 95.2 % | 100 % | 100 % |
| 2. | Keaktifan menanyakan materi kepada temannya | 51.5 % | 71.5 % | 80.4 % |
| 3. | Keaktifan menyampaikan ide dan menjawab pertanyaan | 55.0 % | 62.3 | 74.8 % |
| 4. | Sikaf menghargai dan memaklumi kelemahan temannya | 69.2 % | 83.5 % | 85.8 % |
| 5. | Keaktifan menularkan hasil diskusi sewaktu di kelompok ahli | 74.4 % | 81.2 % | 82.3 % |
Tabel 2. Persentase Rentang Nilai Sikaf Belajar Siswa
| NO | RENTANG NILAI | Persentase | ||
| Siklus I | Siklus II | Siklus III | ||
| 1 | Amat Baik (81 – 100) | 19.2 % | 42.3 % | 61.5 % |
| 2 | Baik (71 – 80) | 30.8 % | 46.2 % | 38.5 % |
| 3 | Cukup Baik (61 – 70) | 26.9 % | 11.5 % | 0 % |
| 4 | Kurang Baik (51 – 60) | 19.2 % | 0 % | 0 % |
| 5 | Tidak Baik (0 - 50 | 3.85 % | 0 % | 0 % |
|
| Jumlah | 100 % | 100 % | 100 |
2. Kognitif Siswa
Tabel 3. Persentase Rentang Nilai Kognitif Siswa
| NO | RENTANG NILAI | Persentase | ||
| Siklus I | Siklus II | Siklus III | ||
| 1 | Amat Baik (81 – 100) | 54.0 % | 96.0 % | 100 % |
| 2 | Baik (71 – 80) | 35.0 % | 4.0 % | 0 % |
| 3 | Cukup Baik (61 – 70) | 11.0 % | 0 % | 0 % |
| 4 | Kurang Baik (51 – 60) | 0 % | 0 % | 0 % |
| 5 | Tidak Baik (0 - 50 | 0 % | 0 % | 0 % |
|
| Jumlah | 100 % | 100 % | 100 |
3. Karya Siswa Sebagai Hasil Roundtable
Tabel 4 : Persentase Rentang Nilai Karya Siswa hasil Roundtable
| NO | RENTANG NILAI | Persentase | ||
| Siklus I | Siklus II | Siklus III | ||
| 1 | Amat Baik (81 – 100) | 84.6 % | 96.0 % | 100 % |
| 2 | Baik (71 – 80) | 15.4 % | 4.0 % | 0 % |
| 3 | Cukup Baik (61 – 70) | 0 % | 0 % | 0 % |
| 4 | Kurang Baik (51 – 60) | 0 % | 0 % | 0 % |
| 5 | Tidak Baik (0 - 50 | 0 % | 0 % | 0 % |
|
| Jumlah | 100 % | 100 % | 100 |
B. Pembahasan
1. Keaktifan Siswa(Sikaf belajar siswa) dalam diskusi Jigsaw
Keaktifan belajar siswa dalam kegiatan Pembelajaran model kooperatif Jigsaw mengalami kenaikan dari siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga sebagai berikut :
Keaktifan siswa membaca bahan bacaan dari siklus I ke Siklus II, naik dari 92,5 % memjadi 100 % atau naik 7,5 % sedangkan dari siklus II ke siklus III tetap karena pada siklus I sudah mencapai kenaikan maksimal yaitu 100 %.
Keaktifan siswa untuk menanyakan materi pelajaran yang didiskusikan kepada temannya dari siklus I ke siklus ke II mengalami kenaikan dari 51,5 % menjadi 71,5 % atau naik 20 %. Sedangkan dari siklus II ke Siklus III naik dari 71,5 % menjadi 80,4 % atau naik sebesar 8,9 %.
Keaktifan siswa untuk meyampaikan ide dan menjawab pertanyaan dari siklus I ke siklus ke II mengalami kenaikan dari 55,0 % menjadi 62,3 % atau naik 7,3 %. Sedangkan dari siklus II ke Siklus III naik dari 62,3 % menjadi 74,8 % atau naik sebesar 12,5 %.
Sikaf siswa dalam menghargai temannya dari siklus I ke siklus ke II mengalami kenaikan dari 69,2 % menjadi 83,5 % atau naik 14,3 %. Sedangkan dari siklus II ke Siklus III naik dari 83,5 % menjadi 85,8 % atau naik sebesar 2,3 %.
Keaktifan siswa untuk menularkan hasil diskusi sewaktu di kelompok ahli siklus I ke siklus ke II mengalami kenaikan dari 74,4 % menjadi 81,2 % atau naik 6,8 %. Sedangkan dari siklus II ke Siklus III naik dari 81,2 % menjadi 82,3 % atau naik sebesar 1,1 %.
Kenaikan persentase rentang nilai sikaf siswa adalah sebagai berikut :
Nilai sikaf amat baik siswa (81-100) dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan dari 19,2 % menjadi 42,3 % atau naik sebesar 23,1 %. Sedangkan dari siklus II ke siklus III naik dari 42,3 % menjadi 61,5 % atau naik sebesar 19,2 %
Nilai sikaf baik siswa (71-80) dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan dari 30,8 % menjadi 46,2 % atau naik sebesar 15,4 %. Sedangkan dari siklus II ke siklus III turun dari 46,2 % menjadi 38,5 % atau turun sebesar 7,7 %. Turun nilai baik bukan berarti penurunan sikaf belajar siswa tetapi justru kenaikan sikaf belajar siswa karena nilai baik berkurang disebabkan nilai amat baik terlalu naik yaitu sebesar 15,4 %.
Nilai kurang baik dan tidak baik turun dari 19,2 % menjadi 0 % atau turun 100 % dan nilai tidak baik turun dari 3,85 % menjadi 0 % atau turun 100 %.
2. Kognitif Siswa
Kenaikan persentase nilai kognitif siswa adalah sebagai berikut :
Nilai amat baik kognitif siswa (81-100) dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikan dari 54,0 % menjadi 96.0 % atau naik sebesar 42 %. Sedangkan dari siklus II ke siklus III naik dari 96 % menjadi 100 % atau naik sebesar 4 %
Nilai baik kognitif siswa (71-80) dari siklus I ke siklus II mengalami penurunan dari 35 % menjadi 4 % atau turun sebesar 31 %. Sedangkan nilai cukup baik, kurang baik dannilai tidak baik mengalami penurunan 100 %
3. Karya Siswa Sebagai Hasil Roundtable
Nilai karya siswa yang penulisan ide secara Round Table adalah sebagai berikut :
Nilai amat baik(81 – 100) dari siklus I ke Siklus II mengalami kenaikan dari 84,6 % menjadi 96 % atau naik sebesar 11,4 %. Sedangkan dari siklus II ke siklus III juga mengalami kenaikan dari 96 % menjadi 100 % atau naik 4 %
Nilai baik (71 – 80) mengalami penurunan 15,4 % menjadi 4 % karena pada siklus II nilai amat baik sangat besar.
Nilai cukup baik, kurang baik dan tidak baik 0 %.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari Hasil Penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik yang berupa sikaf belajar maupun yang berupa kognitif atau pengetahuan.
2. Penerapan Model Pembelajaran Round Table dapat memotivasi siswa untuk mengeluarkan ide berdasarkan pengalamannya dari membaca teks sehingga menghasilkan karya yang dapat dipergunakan kembali sebagi sumber belajar.
B. Saran
1. Agar dilakukan penelitian dengan judul yang sama pada pokok bahasan yang berbeda untuk lebih membuktikan kebenaran hasil penelitian
2. Agar dilakukan penelitian dengan judul yang sama tetapi sampai pada analisa peran masing-masing siswa pada setiap kelompok dengan melihat nilai pada materi mana yang rendah atau lebih tinggi dan materi itu tanggung jawab siapa untuk menularkannya di kelompok.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Mulyono.1999.Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.Jakarta Rineka Cipta
Carin, Athur A. 1993. Teaching Modern Science. Sixth Edition. New York . USA. Merril Publisher
Djamrah, Syaiful Bahri.1991.Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya, Usaha Nasional
George, Jacobs. 1995. Cooperative Leearning. Seameo Regional Language Centre. Singapore
Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning: Mempraktekkan Cooperative Learning Di Ruang-Ruang Kelas. Grasindo.Jakarta
Sardiman, A.M. 2001. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press. Jakarta
Slavin, Robert. E. 1995. Cooperative Learning. Theory Research and Practice. Allyn and Baccon. Boston
Soedijarto.1993.Menuju Pendidikan Nasional Yang Relevan dan Bermutu. Jakarta . Balai Pustaka
Sudjana. Nana.1989. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung.Remaja Rosda Karya
